Minggu, 08 November 2020

Mengusir Prokrastinasi Pada Diri

Oleh:  Dwi Lestari

Bimbingan dan Konseling Islam 5A

Institut Agama Islam Negeri Surakarta


X: “ Tugas Psikologi Agama udah belum?”

Y: “ Belum, emang deadlinenya kapan?”

X: “ Tanggal 20 November”

Y: “ Masih lama juga, besok aja ngerjainnya”

Sering kali kita berfikir bahwa masih ada hari esok untuk menyelesaikan tugas. Terkadang H-beberapa menit baru dikerjakan, hanya karena pikiran “nanti juga bisa dikerjain”. Ilustrasi percakapan di atas dapat dikategorikan ke dalam contoh perilaku prokrastinasi.

Y: Emang Prokrastinasi itu apa?

Istilah prokrastinasi dari bahasa Latin procrastinare, dari kata pro yang berarti bergerak maju dan crastinus yang berarti besok atau menjadi hari esok. Jadi, prokrastinasi adalah menunda hingga hari esok atau lebih suka melakukan pekerjaannya besok. Orang yang melakukan prokrastinasi dapat disebut sebagai prokrastinator.

Menurut Steel (dalam Urusia, 2013) mengatakan bahwa prokrastinasi adalah menunda dengan sengaja kegiatan yang diinginkan walaupun individu mengetahui bahwa perilaku penundaannya tersebut dapat menghasilkan dampak buruk.

Y: Kalau secara simple nya prokrastinasi itu kegiatan menunda, apakah semua orang yang melakukan penundaan itu bisa disebut melakukan prokrastinasi?

Jawabannya tidak. Karena ada beberapa hal yang terkadang mengharuskan seseorang untuk menunda suatu pekerjaan demi kegiatan yang lebih penting. Misal kita ada tugas membuat makalah, tetapi badan kita sedang sakit dan berujung pada kita menunda pengerjaan tugas sampai badan kita kembali fit. Kegiatan penundaan ini tidak bisa dikatakan prokrastinasi, karena ada hal penting yang lebih diutamakan yaitu kesehatan badan. Yang bisa dikatakan prokrastinasi itu semisal kita punya tugas namun kita memilih menunda pengerjaannya hanya karena ingin menyelesaikan nonton film, twitteran, stalking instagram mantan.

Y: Lalu ciri-ciri prokrastinasi itu apa saja?

Menurut Millgram (dalam Ferrari, 1995) menyebutkan bahwa tindakan disebut prokrastinasi kalau:

Kamu menunda memulai atau menyelesaikan pekerjaan

Tugas nggak selesai atau selesai tapi nggak on time

Tugas yang ditunda ini tugas penting

Penundaan ini membuatmu cemas dan merasa bersalah.

Sementara menurut Burka & Yuen (2008), ciri-ciri seorang pelaku prokrastinasi antara lain:

Lebih suka untuk menunda pekerjaan atau tugas-tugasnya

Berpendapat lebih baik mengerjakan nanti daripada sekarang

Berpendapat bahwa menunda pekerjaan adalah bukan suatu masalah

Terus mengulang perilaku prokrastinasi

Punya kesulitan dalam mengambil keputusan

Perilaku prokrastinasi sendiri memiliki dampak buruk pada pelakunya yaitu terbuangnya waktu dengan sia-sia. Sering menunda pekerjaan hingga tidak mengetahui untuk apa saja waktu yang telah terbuang. Dan rasa penyesalanpun muncul karena telah melakukan penundaan. Menurut Solomon dan Rothblum (1984) kerugian yang dihasilkan dari perilaku prokrastinasi adalah tugas tidak terselesaikan, atau terselesaikan namun hasilnya tidak maksimal, karena dikejar deadline. Menimbulkan kecemasan sepanjang waktu pengerjaan tugas, sehingga jumlah kesalahan tinggi karena individu mengerjakan dalam waktu yang sempit. Sulit berkonsentrasi karena ada perasaan cemas, sehingga motivasi belajar dan kepercayaan diri menjadi rendah.

Y: Lalu bagaimana cara yang dapat kita lakukan agar dapat meninggalkan kebiasaan menunda atau prokrastinasi?

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meninggalkan kebiasan prokrastinasi antara lain:

1. Membuat daftar rencana

Jadwal yang sudah dibuat membantu kita untuk mengingatkan tenggat waktu yang tersedia untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.

2. Mulailah sekarang juga

Mungkin memulai suatu hal butuh persiapan yang serius, namun jika kita terus menunda semua yang hendak kita capai semakin lama untuk diraih. Sehingga motivasi diri untuk segera memulai sekarang juga.

3. Bangun kebiasaan disiplin

Orang yang memiliki kebiasaan menunda seringkali dikaitkan dengan sikap tidak disiplin. Bangun kebiasaan disiplin untuk mengatur aktivitas pribadi sesuai jadwal.

4. Tingkatkan rasa percaya diri

Jangan meragukan kemampuan diri sendiri. jauhkan pikiran negatif bahwa kita tidak bisa melakukan. Namun segeralah memulai mengerjakan tugas sebaik-baiknya.

5. Pikirkan manfaat menyelesaikan pekerjaan lebih awal

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh apabila kita menyelesaikan pekerjaan lebih awal yaitu mengurangi resiko menumpuknya pekerjaan, memiliki waktu untuk melakukan perbaikan kesalahan, mendapatkan waktu luang lebih awal.


Memulai sekarang atau nanti pada pekerjaan yang sama memiliki kesulitan yang sama pula. Hanya saja kita butuh waktu yang lama untuk mendapat jawaban, apabila memilih untuk terus menunda. Jadi mau sampai kapan terus menunda dan menyia-yiakan waktu yang ada?.


Referensi:

https://www.google.com/amp/s/psikologihore.com/definisi-prokrastinasi-akademik-2019/amp/ diakses pada Jum’at, 6 November 2020. (20.46)


https://olvista.com/10-tips-mengatasi-kebiasaan-menunda-prokrastinasi/ diakses pada Jum’at, 6 November 2020. (21.57)


Ursia, Nela Regar, Ide Bagus Siaputra, dan Nadia Sutanto. 2013. “Prokrastinasi Akademik dan Self-Control pada Mahasiswa Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Surabaya”. Makara Seri Sosial Humaniora. Vol 17 (1).


Nafeesa. 2012. “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik Siswa yang Menjadi Anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah”. Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya. Vol 4 (1).      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DISABILITAS BUKAN PENGHALANG KREATIVITAS

  DISABILITAS BUKAN PENGHALANG KREATIVITAS Oleh: Dwi Lestari (181221028) Menjadi orang yang sukses merupakan hal yang baik. Namun menjadi or...