DISABILITAS BUKAN PENGHALANG KREATIVITAS
Oleh: Dwi Lestari (181221028)
Menjadi orang yang sukses merupakan hal yang baik. Namun menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang adalah hal yang luar biasa. Dengan menjadikan setiap hembusan nafas, setiap langkah kaki, serta setiap isi pikiran untuk kebermanfaatan bersama. Setiap individu memiliki hubungan dengan individu lainnya. Manusia sendiri merupakan satu-satunya ciptaan Tuhan yang sempurna dibanding makhluk lainnya Dengan dianugrahi akal dan pikiran, serta dengan segala potensi yang dimilikinya, manusia dapat menciptakan berbagai inovasi.
Namun tidak semua manusia terlahir dengan keadaan yang sempurna. Ada beberapa manusia istimewa yang diuji oleh Allah melalui keterbatasan dan kekurangan yang dimilikinya. Seperti tidak dapat berjalan, memiliki anggota tubuh yang tidak lengkap, ataupun ketidakfungsian anggota tubuh. Kekurangan yang dimiliki seseorang dapat menghambat atau bahkan sampai tidak mampu melakukan aktivitas seseorang. Keterbatasan atau ketidakmampuan dalam menjalankan aktivitas tersebut, kerap kali disebut dengan disabilitas.
Dalam Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas disebutkan bahwa penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu lama, yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan atau kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan fisik.
Keberadaan teknologi informasi yang semakin maju, selain mempermudah manusia dalam komunikasi juga memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas, terutama dalam peningkatan kualitas hidup. Dimana semakin banyaknya tempat pelatihan, paguyuban, organisasi maupun lembaga sosial yang memberikan pembelajaran bagi penyandang disabilitas. Tempat seperti inilah dapat memberikan wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Salah satu lembaga yang memberikan wadah untuk para penyandang disabilitas adalah Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso. Lembaga ini didirikan pada tanggal 28 Agustus 1951 oleh Prof. Dr. Soeharso. Dimana awal berdirinya memiliki nama “Rehabilitatie Centrum” (RC). BBRSPDF memiliki tugas yaitu untuk melaksanakan rehabilitasi sosial kepada Penyandang Disabilitas Fisik dan atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) usia anak sampai dewasa.
Di balai ini penerima manfaat diberikan fasilitas lengkap serta mendapat beberapa layanan, yaitu respon kasus, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual serta terapi penghidupan. Dalam terapi penghidupan inilah penerima manfaat dapat mengembangkan potensi dan menyalurkan kreativitas untuk menjadi nilai di tengah masyarakat kelak. Mulai dari pembuatan lukisan mozaik dari cangkang telur, kreativitas dari bahan manik-manik, karya dari bahan koran bekas, serta karya dari stick es krim. Dari sini lah para penerima manfaat diberikan wadah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan kreativitas yang ada.
Dari kreativitas yang diasah tersebut dapat memberikan inspirasi penerima manfaat untuk membuka usaha yang sejalan dengan potensi yang dimiliki. Setiap manusia memiliki tingkat kreativitasnya sendiri-sendiri. Sehingga tidak perlu khawatir atas kekurangan yang kita miliki, karena sejatinya semua manusia itu tidak ada yang sempurna. Serta kita tidak perlu rendah diri atas kekurangan yang kita miliki, buktikanlah bahwa kekurangan yang kita miliki bukanlah penghalang kreativitas.